Daerah

Lima Orang Diamankan Terkait Dugaan Ekstasi, Manajemen Valhalla Diminta Diperiksa

Shole Huddin Diperbarui 21:29
Dokumentasi Diskotik Valhalla Dari Luar (Dok: Istimewa)
Ukuran Teks:

SURABAYA, Areajatim.com – Penggerebekan Diskotek Valhalla di Jalan Kombes Pol M Duryat, Surabaya, kembali menjadi perhatian masyarakat. Polisi mengamankan lima orang yang diduga berkaitan dengan peredaran ekstasi di lokasi tersebut.

Lima orang yang diamankan terdiri dari pria berinisial DN, penyedia jasa pemandu lagu berinisial A alias TH, dua pemandu lagu berinisial AN dan S, serta seorang staf server berinisial T.

Polisi menyebut penindakan berawal dari temuan pengunjung yang diduga mengonsumsi ekstasi di dalam diskotek. Penyidik kemudian mengembangkan kasus untuk mengetahui jaringan yang lebih luas.

Di tengah proses penyidikan tersebut, muncul tuntutan agar pihak manajemen turut dimintai keterangan. Salah satunya dengan memanggil manajer Diskotek Valhalla sebagai saksi untuk menjelaskan sistem pengawasan di dalam tempat hiburan tersebut.

Pemanggilan manajemen dinilai penting untuk mengetahui sejauh mana pengelola mengetahui aktivitas yang terjadi di area diskotek. Keterangan tersebut tentunya perlu diuji berdasarkan bukti dan hasil penyidikan kepolisian.

Masyarakat Surabaya juga mempertanyakan bagaimana narkotika bisa diduga beredar di tempat hiburan malam. Jika terbukti ada pelanggaran, publik meminta aparat tidak hanya berhenti pada pekerja atau pihak yang diamankan. Senin (28/9/3026)

Sorotan kemudian mengarah pada pengawasan tempat hiburan malam. Masyarakat berharap pemerintah dan aparat mengevaluasi izin serta aktivitas usaha apabila ditemukan pelanggaran hukum yang terbukti.

Bahkan, muncul desakan dari sebagian masyarakat agar Diskotek Valhalla ditutup apabila hasil penyidikan dan proses hukum membuktikan adanya pelanggaran serius. Tuntutan tersebut dikaitkan dengan kekhawatiran terhadap dampak narkotika dan lingkungan hiburan malam terhadap generasi muda Surabaya.

Kini perhatian publik tertuju pada langkah lanjutan kepolisian dalam mengusut perkara tersebut. Selain mendalami pemasok dan jaringan peredaran narkotika, polisi juga diharapkan dapat menjelaskan sejauh mana pihak manajemen Diskotek Valhalla akan dimintai keterangan terkait sistem pengawasan di dalam tempat hiburan tersebut.

Hingga berita ini ditulis, pihak manajemen Diskotek Valhalla belum dipanggil oleh polisi sebagai saksi. Dengan demikian, sejauh informasi yang tersedia, belum terdapat keterangan resmi yang menempatkan manajemen sebagai tersangka atau pihak yang dinyatakan bertanggung jawab secara pidana dalam perkara tersebut. Pemanggilan atau pemeriksaan terhadap manajemen, apabila dilakukan, merupakan bagian dari proses penyelidikan atau penyidikan untuk memperoleh keterangan dan memastikan fakta hukum terkait peristiwa tersebut, selain itu pihak areajatim juga tetap membuka ruang klarifikasi kepada pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan.

Tinggalkan komentar