Daerah

Serunya Bootcamp Eco Rangers Sumenep 2026: Wujudkan Generasi Muda Peduli Lingkungan

areajatim Diterbitkan 10:07
Para peserta dan panitia membentangkan spanduk saat mengikuti pembukaan Bootcamp Eco Rangers Sumenep 2026, Rabu (16/9/2026).
Ukuran Teks:

SUMENEP, Areajatim.com – Rangkaian Lomba Eco Rangers Sumenep 2026 memasuki tahap akhir dengan digelarnya Bootcamp Eco Rangers Sumenep 2026, Rabu (16/9/2026).

Sebanyak 16 peserta terbaik yang sebelumnya lolos dari rangkaian kompetisi lingkungan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya dibekali pengetahuan tentang lingkungan, tetapi juga diajak terlibat langsung dalam aksi menjaga kelestarian alam.

Eco Rangers merupakan program edukasi lingkungan yang diinisiasi LEADS Indonesia bersama PT RATU Tbk. Program ini menyasar pelajar tingkat SMP dan SMA dengan tujuan mendorong kepedulian terhadap persoalan sampah serta kelestarian ekosistem, khususnya kawasan pesisir.

Dalam pelaksanaan bootcamp tahun ini, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis. Mereka diajak belajar langsung melalui dua agenda utama, yakni edukasi pengelolaan sampah di Bank Sampah Mawar, Marengan Daya, serta aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir Pantai Kundang Wetan, Kecamatan Saronggi.

Ke-16 peserta tersebut merupakan para pemenang Lomba Infografis dan Lomba Daur Ulang yang digelar sekitar satu bulan sebelumnya. Kompetisi ini diikuti pelajar SMP dari empat kabupaten di Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri, sebanyak 16 peserta dinyatakan berhak mengikuti Bootcamp Eco Rangers Sumenep 2026. Mereka berasal dari SMPN 1 Sumenep, SMPN 4 Sumenep, SMPN 2 Pamekasan, dan MTsN 2 Sumenep.

Pada agenda pertama, para peserta mendapat pembelajaran langsung mengenai pengelolaan sampah di Bank Sampah Mawar, Marengan Daya. Mereka diperkenalkan dengan sejumlah tahapan, mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik, penimbangan, hingga proses pengolahan sampah yang memiliki potensi nilai ekonomi.

Tak sekadar mendengarkan penjelasan, peserta juga melihat langsung aktivitas pengelolaan sampah di bank sampah tersebut. Mereka mengikuti proses penimbangan hingga pengolahan sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat dipahami melalui pengalaman langsung.

Usai mengikuti edukasi pengelolaan sampah, rangkaian bootcamp berlanjut ke kawasan Pantai Kundang Wetan, Kecamatan Saronggi. Di lokasi tersebut, peserta bersama panitia melakukan aksi penanaman mangrove sebagai bagian dari pembelajaran sekaligus kepedulian terhadap keberlangsungan ekosistem pesisir.

Ratusan bibit mangrove ditanam dalam kegiatan tersebut. Aksi itu menjadi bentuk nyata untuk menumbuhkan kesadaran peserta mengenai pentingnya menjaga kawasan pesisir dari berbagai ancaman kerusakan lingkungan, termasuk abrasi.

Ketua Pelaksana Eco Rangers, Erlina Novita, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi dan penentuan pemenang. Menurutnya, Eco Rangers menjadi ruang pembelajaran untuk membentuk karakter generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus keberanian untuk mengambil tindakan nyata.

“Bootcamp ini bukan sekadar lomba, tetapi wadah untuk membentuk karakter generasi muda yang peduli lingkungan. Kami ingin anak-anak Sumenep tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga mampu melakukan aksi nyata untuk bumi,” ujar Erlina.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama bootcamp dapat menjadi awal bagi peserta untuk mengambil peran sebagai Rangers di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal mereka.

Semangat tersebut, kata Erlina, diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan bootcamp selesai. Para peserta diharapkan terus membawa kepedulian terhadap lingkungan dan mengembangkan aksi-aksi positif yang dapat berlanjut dalam rangkaian kegiatan Eco Rangers berikutnya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Bootcamp Eco Rangers Sumenep 2026 menjadi ruang yang mempertemukan kompetisi, edukasi, dan aksi lingkungan. Peserta tidak hanya belajar mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga terlibat langsung dalam penanaman mangrove sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan.

Dari kegiatan tersebut, para peserta diharapkan membawa pengalaman dan semangat kepedulian lingkungan kembali ke sekolah maupun masyarakat di sekitar mereka.

 

Tinggalkan komentar