Daerah

KOPRI Jatim Gelar Diskusi Publik, Dorong Penguatan Ketahanan Sosial Generasi Muda di Era Digital

areajatim Diterbitkan 17:43
KOPRI PKC PMII Jawa Timur menggelar Diskusi Publik
Ukuran Teks:

SURABAYA, Areajatim.com – KOPRI PKC PMII Jawa Timur menggelar Diskusi Publik bertajuk “Generasi Muda di Era Digital: Membaca Ancaman Radikalisme, Judi Online, dan Korupsi sebagai Tantangan Ketahanan Sosial Bangsa” pada Kamis, 24 September 2026, mulai pukul 14.30 WIB hingga selesai secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi gagasan bagi kader KOPRI dan kader PMII se-Jawa Timur dalam merespons berbagai tantangan sosial yang berkembang di era digital.

Diskusi diikuti oleh kader KOPRI dan kader PMII dari berbagai kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur. Selama kurang lebih dua jam pelaksanaan, peserta aktif mengikuti pemaparan narasumber serta terlibat dalam dialog yang membahas keterkaitan antara radikalisme, judi online, dan korupsi sebagai tiga persoalan yang semakin memengaruhi kehidupan generasi muda sekaligus mengancam ketahanan sosial bangsa.

Kegiatan dibuka melalui opening speech Ketua KOPRI PKC PMII Jawa Timur, Sahabat Kholisatul Hasanah, yang menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah bentuk ancaman yang dihadapi generasi muda saat ini.

“Hari ini kita tidak hanya berhadapan dengan persoalan radikalisme, judi online, atau korupsi sebagai isu yang berdiri sendiri. Ketiganya saling berkaitan dalam melemahkan ketahanan sosial bangsa. Karena itu, generasi muda harus hadir sebagai pelopor literasi, penggerak advokasi, dan penjaga ruang digital yang sehat,” tegas Kholisatul Hasanah.

Forum ini menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang yang berbeda sehingga memberikan perspektif yang komprehensif terhadap isu ketahanan sosial di era digital.

Narasumber pertama, AKBP Bayu Pratama Gubunasi, S.H., S.I.K., M.Si, selaku Penata Kebijakan Kapolri Madya III Mabes Polri, memaparkan perkembangan ancaman radikalisme yang kini mengalami transformasi ke ruang digital. Menurutnya, media sosial, gim daring, dan berbagai komunitas digital telah menjadi medium baru yang dimanfaatkan kelompok tertentu untuk menyebarkan paham ekstrem kepada anak-anak dan generasi muda. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penguatan literasi digital, deteksi dini, serta kolaborasi antara aparat, keluarga, lembaga pendidikan, dan organisasi kepemudaan dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman tersebut.

Selanjutnya, Derman P. Nababan, S.H., M.H., mengulas persoalan korupsi sebagai ancaman terhadap ketahanan sosial bangsa. Ia menjelaskan bahwa korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, membangun budaya integritas sejak dini menjadi langkah penting agar generasi muda mampu berperan sebagai pengawal tata kelola pemerintahan yang bersih dan berkeadilan.

Sementara itu, Izzudin Zaki, Ketua PC Ansor Trenggalek, menyoroti fenomena judi online yang semakin menggerus ketahanan ekonomi keluarga dan komunitas. Ia menjelaskan bahwa kemudahan akses teknologi telah memperluas jangkauan praktik perjudian daring sehingga diperlukan penguatan literasi keuangan digital, edukasi publik, serta gerakan kolektif berbasis masyarakat sebagai langkah preventif dalam melindungi generasi muda dari dampak destruktif judi online.

Sepanjang diskusi, peserta diajak melihat bahwa ketiga isu tersebut tidak dapat dipahami secara terpisah. Radikalisme, judi online, dan korupsi memiliki benang merah yang sama, yakni sama-sama memanfaatkan ruang digital, menyasar kelompok rentan, serta berpotensi melemahkan kepercayaan sosial dan ketahanan bangsa apabila tidak direspons secara kolaboratif.

Melalui forum ini, KOPRI PKC PMII Jawa Timur menegaskan bahwa diskusi publik tidak berhenti sebagai ruang bertukar gagasan, tetapi diarahkan menjadi pijakan gerakan advokasi organisasi. Sebagai tindak lanjut, hasil diskusi akan dirumuskan dalam Catatan Sikap KOPRI Jawa Timur mengenai ketahanan sosial generasi muda di era digital, penyusunan Policy Brief yang berisi rekomendasi kepada pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan lembaga terkait, serta penguatan kampanye edukasi melalui infografik dan video singkat sebagai bagian dari gerakan literasi publik.

Melalui Forum Catatan KOPRI Jawa Timur, KOPRI PKC PMII Jawa Timur berharap semangat literasi, integritas, dan kepedulian sosial dapat diterjemahkan menjadi gerakan kolektif yang memperkuat ketahanan generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman. KOPRI meyakini bahwa membangun ruang digital yang sehat, aman, dan berkeadaban merupakan tanggung jawab bersama yang hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara negara, masyarakat, dan organisasi kepemudaan.

Tinggalkan komentar