Daerah

KOPRI Jatim Dorong Diskominfo Perkuat Ruang Digital Aman bagi Perempuan dan Anak

areajatim Diterbitkan 09:13
KOPRI PKC PMII Jawa Timur saat melakukan audiensi dengan Diskominfo Provinsi Jawa Timur di Aula Argopuro, Rabu (23/9/2026)
Ukuran Teks:

SURABAYA, Areajatim.com – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PKC PMII Jawa Timur mendorong penguatan ruang digital yang aman, inklusif, dan ramah bagi perempuan serta anak.

Dorongan tersebut disampaikan KOPRI Jatim saat melakukan audiensi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur di Aula Argopuro Diskominfo Jatim, Rabu (23/9/2026).

Audiensi menjadi ruang dialog antara KOPRI Jatim dan Diskominfo Jatim untuk membahas berbagai tantangan yang muncul seiring semakin luasnya penggunaan teknologi dan ruang digital di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Kholisatul Hasanah bersama sejumlah pengurus KOPRI PKC PMII Jawa Timur. Rombongan KOPRI diterima jajaran Diskominfo Jatim, di antaranya Nofian Adi Prasetyawan, S.Kom., M.I., selaku Ketua Tim Kerja Pusat Data, serta Drs. Satriyo Wahyudi, M.Si., selaku Ketua Tim Kerja Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Penyelenggaraan Statistik.

Dalam pertemuan itu, KOPRI Jatim menyoroti pentingnya kampanye digitalisasi yang tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan dan perlindungan kelompok rentan.

Sejumlah persoalan seperti perundungan digital, kekerasan berbasis gender online, penyalahgunaan data pribadi hingga paparan informasi yang tidak ramah bagi anak dinilai menjadi tantangan yang perlu diantisipasi bersama.

“Kami ingin ruang digital tidak hanya menjadi ruang untuk mendapatkan informasi, tetapi juga menjadi ruang yang aman bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan. Karena itu, kami mendorong adanya kolaborasi untuk memperkuat kampanye digitalisasi yang ramah dan inklusif serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan ruang digital secara aman dan bertanggung jawab,” tutur Kholisatul Hasanah.

Menurut KOPRI Jatim, literasi digital perlu diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Masyarakat dinilai tidak cukup hanya memiliki kemampuan menggunakan perangkat dan teknologi, tetapi juga perlu memahami keamanan digital, etika berkomunikasi, serta cara melindungi diri saat beraktivitas di ruang digital.

Menanggapi hal tersebut, Nofian Adi Prasetyawan mengatakan penciptaan ruang digital yang aman membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

“Ruang digital yang aman merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi dengan organisasi mahasiswa dan masyarakat menjadi penting untuk memperluas edukasi serta literasi digital sehingga pemanfaatan teknologi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkap Nofian.

Sementara itu, Drs. Satriyo Wahyudi, M.Si., menekankan pentingnya kemampuan masyarakat dalam memilah dan memanfaatkan informasi secara bijak di tengah perkembangan teknologi.

“Perkembangan teknologi harus diiringi dengan kemampuan masyarakat dalam memahami dan menggunakan informasi secara tepat. Karena itu, edukasi dan literasi digital menjadi bagian penting dalam membangun ruang komunikasi yang sehat, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Satriyo.

Melalui audiensi tersebut, KOPRI Jatim berharap komunikasi dan sinergi dengan Diskominfo Jatim dapat berlanjut dalam berbagai program konkret, terutama melalui penguatan literasi digital, edukasi publik, dan kampanye yang mendorong terciptanya ruang digital yang aman serta inklusif.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan dalam memanfaatkan ruang digital.

 

Tinggalkan komentar