Daerah

KKN Posko 40 Universitas Annuqayah Tanam Mangrove Bersama Siswa MI Al-Hidayah dan Anak Pesisir Gedugan

areajatim Diterbitkan 17:40
Mahasiswa KKN posko 40, Tanam Mangrove Bersama Siswa MI Al-Hidayah dan Anak Pesisir Gedugan
Ukuran Teks:

SUMENEP, Areajatim.com – Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 40 Universitas Annuqayah melaksanakan kegiatan penanaman bibit mangrove bersama siswa MI Al-Hidayah dan anak-anak di sekitar wilayah pesisir Dusun Lombi,Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Senin (21/9/2026).

Program kerja tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian KKN Posko 40 terhadap lingkungan pesisir sekaligus upaya menanamkan kesadaran ekologis sejak dini kepada anak-anak. Dalam pelaksanaannya, para peserta KKN tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga melibatkan siswa madrasah dan anak-anak sekitar secara langsung dalam proses menanam bibit mangrove di kawasan pesisir.

Keterlibatan anak-anak dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari edukasi lingkungan. Mereka diperkenalkan secara langsung pada pentingnya menjaga ekosistem pesisir serta memahami bahwa keberlangsungan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Salah satu peserta KKN Posko 40, M. Zainur Ridho, mengatakan bahwa kegiatan penanaman mangrove diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan simbolis, tetapi dapat memberikan dampak bagi masyarakat pesisir sekaligus membangun kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda.

“Penanaman mangrove ini kami harapkan mampu memberikan dampak kepada warga pesisir. Kami juga mengajak anak-anak madrasah agar mampu memantik kesadaran mereka terhadap kecintaan dan menjaga alam,” ujar M. Zainur Ridho.

Menurutnya, pelibatan siswa MI Al-Hidayah dan anak-anak sekitar merupakan bagian dari pendekatan edukatif yang dilakukan KKN Posko 40. Anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai lingkungan melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman secara langsung melalui kegiatan di lapangan.

Penanaman mangrove juga memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat pesisir Desa Gedugan. Keberadaan vegetasi mangrove dapat menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir, sehingga kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan di sekitar mereka.

Melalui kegiatan tersebut, KKN Posko 40 Universitas Annuqayah berupaya memadukan pengabdian kepada masyarakat dengan pendidikan lingkungan. Pelibatan anak-anak sejak dini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan menjaga lingkungan serta memperkuat hubungan antara masyarakat, generasi muda, dan ekosistem pesisir.

Bagi teman-teman KKN Posko 40, menanam mangrove bukan sekadar menanam bibit di pesisir, tetapi juga menanam kesadaran ekologis pada generasi yang akan hidup bersama alam tersebut di masa depan

Tinggalkan komentar