Daerah

Langkah Strategis DKPP Sumenep Amankan Pangan Akhir 2026: Fokus Mitigasi Cuaca dan Kesiapsiagaan Musim Tanam

areajatim Diterbitkan 22:38
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan pertanian Sumenep, Chainur Rasyid
Ukuran Teks:

SUMENEP, Areajatim.com – Tantangan anomali cuaca dan puncak kemarau yang sedang melanda berbagai wilayah di Indonesia tidak membuat sektor pertanian di Kabupaten Sumenep goyah. Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) telah menyiapkan Grand Strategy atau strategi besar mitigasi untuk mengamankan produksi pangan hingga akhir tahun 2026.

Langkah antisipatif ini diambil sebagai bentuk respon cepat pemerintah daerah terhadap siklus cuaca ekstrem, sekaligus persiapan menyambut Musim Tanam pertama (MT 1) menjelang musim penghujan mendatang.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan pihaknya kini lebih mengutamakan langkah mitigasi dan pemetaan potensi risiko sejak awal. Menurutnya, penanganan sektor pertanian tidak boleh hanya dilakukan ketika persoalan sudah muncul.

“Kita tidak bisa melawan cuaca, tapi kita bisa beradaptasi dan memitigasi dampaknya. Saat ini kami di DKPP sudah memetakan wilayah-wilayah mana saja yang masuk zona merah rawan kekeringan, dan mana yang aman. Intervensi kita sesuaikan dengan peta tersebut,” ujar Chainur, saat ditemui di ruang kerjanya, (21/9/2026).

Sebagai bukti nyata kesiapsiagaan tersebut, DKPP Sumenep saat ini telah menyiagakan sejumlah instrumen mitigasi. Di antaranya adalah optimalisasi sumber daya air melalui program pompanisasi dan pemeliharaan embung di puluhan titik yang tersebar di wilayah daratan maupun kepulauan.

Selain tata kelola air, DKPP juga fokus pada penyelamatan benih dan jaminan ketersediaan pupuk. Menurut data DKPP, untuk mengamankan musim tanam berikutnya, ketersediaan pupuk subsidi di Kabupaten Sumenep saat ini dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi.

“Fokus kami bukan sekadar menanam, tapi memastikan tanaman tersebut bisa panen dengan maksimal. Oleh karena itu, penyuluh pertanian lapangan (PPL) kami instruksikan untuk turun langsung ke kelompok tani (Poktan), mendampingi mereka memilih varietas benih yang tahan banting terhadap kondisi cuaca saat ini,” tambahnya.

Tidak hanya mengamankan komoditas padi, strategi mitigasi pangan DKPP juga menyasar pada diversifikasi tanaman palawija seperti jagung dan bawang merah unggulan Sumenep, yang diketahui memiliki ketahanan lebih baik di musim peralihan.

Ke depan, DKPP Sumenep berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan BMKG untuk pembaruan data iklim mikro, serta menggandeng pihak keamanan untuk mengawal distribusi bantuan agar tepat sasaran. Melalui langkah strategis ini, DKPP optimis ketahanan pangan di ujung timur Pulau Madura akan tetap kokoh dan kesejahteraan petani terus terjaga. (ADV/Fairuz)

 

 

Tinggalkan komentar