SUMENEP, Areajatim.com – Kematian Moh. Firman Ramadhani di Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep mendapat perhatian Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sekaligus Ketua Fraksi PPP Sumenep, Dr. H. M. Asy’ari Muthhar, M.Fil.I.
Asy’ari meminta pihak rumah sakit menjelaskan secara jujur kepada keluarga almarhum dan masyarakat mengenai apa yang sebenarnya terjadi selama Firman menjalani perawatan.
Menurutnya, persoalan ini tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan. Jika ditemukan kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa pasien, pihak yang bertanggung jawab harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Pihak rumah sakit harus menjelaskan kepada pihak keluarga korban dan masyarakat secara jujur apa yang terjadi,” tegas Asy’ari, Rabu (21/10/2026)
Ia juga meminta pemerintah menindaklanjuti dan mengusut tuntas persoalan tersebut agar penyebab kejadian serta ada atau tidaknya kelalaian medis dapat diketahui secara jelas.
“Pihak rumah sakit harus bertanggung jawab atas segala kelalaian yang menyebabkan adanya korban jiwa. Pemerintah harus menindaklanjuti dan mengusut tuntas persoalan tersebut,” ujarnya.
Sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Asy’ari memastikan pihaknya akan memanggil pihak-pihak terkait untuk meminta penjelasan dan menelusuri persoalan yang terjadi.
“Komisi IV akan memanggil pihak terkait untuk menelusuri persoalan yang terjadi,” katanya.
Pemanggilan tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi keluarga almarhum sekaligus memastikan persoalan ini ditangani secara serius dan berdasarkan fakta.
Perlu diketahui Firman meninggal dunia pada 13 Oktober 2026 setelah menjalani perawatan di RS BHC Sumenep. Keluarga sebelumnya mempertanyakan penanganan medis yang diterima almarhum sebelum kondisinya memburuk.
Hingga kini, penyebab kematian dan ada atau tidaknya kelalaian medis tetap perlu dipastikan melalui pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan. Penjelasan pihak rumah sakit dan tindak lanjut pemerintah menjadi penting agar pertanyaan keluarga memperoleh jawaban yang jelas.