Daerah

Dua Kali Dimediasi, Pemdes Juluk Masih Menunggu Tindak Lanjut Dinas Pendidikan soal Polemik SDN dan Dua TK

areajatim Diterbitkan 15:47
Kepala desa Juluk, dengan baground sekolah SDN Juluk 2
Ukuran Teks:

SUMENEP, Areajatim.com – Pemerintah Desa Juluk, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, mengaku telah dua kali memfasilitasi mediasi polemik yang melibatkan SDN Juluk II, TK Muslimat Al-Anshori, dan TK Juara. Namun hingga kini, pemerintah desa mengaku belum menerima tindak lanjut dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.

Kepala Desa Juluk, Taufik Rahman, mengatakan pemerintah desa hanya bertindak sebagai fasilitator. Adapun kewenangan penyelesaian persoalan tersebut berada di tangan pemerintah daerah.

“Komentar desa perlu dipahami oleh media semuanya, bahwa polemik yang terjadi di Desa Juluk, tentunya antara SDN Juluk II, TK Muslimat Al-Ansori dan TK Juara, itu sebenarnya tugas Pemerintah Desa hanya membantu dan memfasilitasi agar persoalan yang terjadi cepat selesai menemukan solusi terbaik,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).

Menurut Taufik, kondisi di lapangan sudah tidak lagi kondusif. Karena itu, pemerintah desa memfasilitasi pertemuan para pihak guna mencari solusi atas persoalan tersebut.

Ia menjelaskan, mediasi pertama digelar dengan menghadirkan Camat Saronggi. Sementara mediasi kedua turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.

“Yang jelas pemerintah Desa sudah dua kali memfasilitasi hal ini. Yakni Polemik SDN Juluk II dan dua TK ini di Balai Desa. Pertama dengan dihadiri Pak Camat Saronggi kedua dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Sumenep,” katanya.

Dalam mediasi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa hasil pertemuan akan dilaporkan kepada Bupati Sumenep untuk memperoleh arahan. Namun, hingga kini pemerintah desa mengaku belum menerima informasi lanjutan.

“Hasilnya sampai sekarang masih belum. Karena masih belum ada pemberitahuan dari Dinas Pendidikan maupun jajaran pendidikan kepada Pemerintah Desa,” ujar Taufik.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan, membenarkan bahwa mediasi telah dilakukan. Namun, karena belum menghasilkan kesepakatan, persoalan tersebut akan dilaporkan kepada Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, guna memperoleh petunjuk penyelesaian.

“Ya, persolan di SDN Juluk II dan TK Muslimat itu akan saya bawa kepada Bupati untuk meminta petunjuk solusi yang terbaik. InsyaAllah malam ini saya akan menghadap beliau (Bupati Sumenep, red),” ujar Iksan, sebagaimana dikutip dari KanalNews.id,Selasa (28/7/2026).

Sementara itu, Kepala SDN Juluk II, Mahelli, belum memberikan tanggapan atas polemik tersebut. Saat dihubungi melalui WhatsApp, ia mengaku sedang mengikuti rapat persiapan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Nanti saya hubungi, skarang saya lagi rapat persiapan lomba HUT RI,” tulisnya, sebagaimana dikutip dari KanalNews.id, Senin (27/7/2026).

Untuk memperoleh konfirmasi secara langsung, Areajatim.com mendatangi SDN Juluk II pada Rabu (5/8/2026). Namun, Mahelli tidak berada di sekolah.

“Pak Kepala Sekolah tidak ada Mas, karena ikut pembukaan lomba Agustusan,” ujar seorang pria yang ditemui di halaman sekolah.

Hingga berita ini diterbitkan, Mahelli belum memberikan penjelasan maupun hak jawab terkait polemik tersebut. Areajatim.com tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada yang bersangkutan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

 

Tinggalkan komentar