Daerah

Akhmad Ma’ruf Minta Dukungan Warga untuk Pengembangan Kawasan Industri di Madura

areajatim Diterbitkan 13:05
Ilustrasi kawasan industri terpadu Wiraraja Madura yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat investasi dan industrialisasi di Kabupaten Bangkalan, Madura.
Ukuran Teks:

BANGKALAN, Areajatim.com – Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia sekaligus President Director Wiraraja Madura Industrial Estate, Akhmad Ma’ruf Maulana, meminta dukungan berbagai elemen masyarakat terhadap pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Dukungan tersebut disampaikan setelah PT Wiraraja Madura International menandatangani kerja sama dengan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee. Kerja sama itu juga mencakup kesepakatan untuk bergabung dalam Guangdong ASEAN Industrial Park International Cooperation Alliance.

Melalui kerja sama tersebut, sejumlah klaster industri asal China diproyeksikan masuk ke Kawasan Industri Wiraraja Madura.

Beberapa sektor yang disiapkan antara lain industri cokelat, matras, tekstil, benang, serta berbagai industri manufaktur padat karya lainnya.

Namun, Ma’ruf menegaskan, investasi yang dibidik Wiraraja Madura tidak hanya berasal dari China.

“Investasi yang kami tarik bukan hanya dari China, tetapi juga dari Korea, UK, UEA, Arab Saudi, Qatar, USA, dan beberapa negara lainnya,” kata Ma’ruf dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).

Libatkan masyarakat Madura

Menurut Ma’ruf, pengembangan kawasan industri tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk menarik investasi. Kehadiran kawasan industri juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Madura.

Sebagai putra Madura yang terlibat dalam upaya menarik investasi tersebut, Ma’ruf berharap dukungan datang dari pemerintah, tokoh masyarakat, para kiai, serta masyarakat Madura dan Jawa Timur.

“Mohon dukungan dan doa semua elemen masyarakat Jawa Timur dan Madura, khususnya para tokoh dan kiai se-Madura. Tujuan kami membawa Madura menuju industrialisasi yang mendunia. Daerah lain bisa, masa kita tidak,” ujarnya.

Ia mengatakan investasi yang masuk nantinya diharapkan membuka kesempatan bagi masyarakat Madura untuk terlibat langsung dalam proses industrialisasi.

Dengan demikian, masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga dapat mengambil peran dalam pembangunan kawasan industri tersebut.

“Kami ingin putra-putri Madura ikut terlibat dalam industrialisasi sehingga nantinya bisa ikut membangun Madura,” kata Ma’ruf.

Didorong melalui program TCTP

Pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura sebelumnya juga mendapat perhatian pemerintah pusat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pengembangan kawasan tersebut akan terus didorong melalui program Two Countries Twin Parks (TCTP).

“Indonesia punya program Two Countries Twin Parks yang terus akan kita dorong. Kawasan di Madura ini ke depannya juga merupakan kawasan heavy industry Indonesia, Petrokimia Gresik. Jadi nanti dengan adanya Kawasan Industri Bangkalan ini akan menjadi seimbang,” ujar Airlangga dalam acara penandatanganan kerja sama strategis antara Wiraraja Madura Industrial Estate dan Guangdong ASEAN Industrial Park di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Dalam kerja sama tersebut, PT Wiraraja Madura International menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee.

Selain itu, terdapat kesepakatan bergabung dalam Guangdong ASEAN Industrial Park International Cooperation Alliance.

Kerja sama Indonesia-China tersebut membuka peluang masuknya sejumlah klaster industri dari China ke Kawasan Industri Wiraraja Madura.

Selain industri cokelat, matras, tekstil, dan benang, kawasan tersebut juga diproyeksikan menjadi lokasi pengembangan sektor manufaktur padat karya lainnya.

Diharapkan ciptakan lapangan kerja

Pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan sejumlah instansi terkait, terutama dalam mendorong percepatan proses perizinan.

Percepatan tersebut diharapkan dapat mempercepat realisasi investasi sekaligus membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Madura dan Jawa Timur.

Airlangga mengatakan keberadaan Kawasan Industri Wiraraja Madura juga dapat memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan China, baik melalui investasi maupun perdagangan bilateral.

Sementara itu, Ma’ruf mengatakan Wiraraja Madura Industrial Estate dirancang sebagai kawasan industri terpadu berskala besar.

Kawasan tersebut diharapkan menjadi salah satu magnet investasi baru di Jawa Timur sekaligus memperkuat posisi provinsi tersebut sebagai gerbang ekonomi dan investasi menuju Indonesia bagian timur.

Bagi masyarakat Madura, kawasan industri itu diharapkan membuka ruang lebih besar untuk terlibat dalam pertumbuhan industri dan pembangunan ekonomi di daerah.

Tinggalkan komentar