Daerah

Nyai Inayah Wahid Dorong Mahasiswa FTIK UIN Madura Berani Bersuara, Masa Depan Pendidikan Ada di Tangan Mereka

areajatim Diterbitkan 09:53
Nyai Inayah Wulandari Wahid bersama mahasiswa baru FTIK UIN Madura usai kuliah tamu PBAK di Auditorium UIN Madura, Pamekasan, Rabu (19/8/2026).
Ukuran Teks:

PAMEKASAN, Areajatim.com – Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Nyai Inayah Wulandari Wahid, mendorong mahasiswa baru Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Madura agar tidak takut bersuara dan menyampaikan pendapat.

Pesan itu disampaikan Inayah saat menjadi pemateri dalam kuliah tamu PBAK di Auditorium UIN Madura, Rabu (19/8/2026).

Menurut Inayah, keberanian berbicara dan menyampaikan gagasan merupakan modal penting bagi mahasiswa. Perguruan tinggi, kata dia, tidak hanya bertugas mencetak lulusan berilmu, tetapi juga membentuk generasi yang berani berpikir dan peka terhadap persoalan masyarakat.

Ia juga memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa yang memilih program studi keguruan. Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan, mereka dinilai memiliki posisi strategis karena kelak menjadi bagian penting dalam membentuk generasi penerus bangsa.

“Teman-teman yang hari ini mengambil prodi keguruan, mereka lah nanti yang akan menjadi penentu kita menang atau tidak,” tegas Inayah.

Ia meminta mahasiswa memanfaatkan empat tahun masa perkuliahan untuk memperkuat kompetensi sekaligus membangun karakter, keberanian berpikir, dan kepedulian sosial.

Pesan tersebut rupanya memberi dorongan tersendiri bagi mahasiswa baru FTIK. Salah satunya Rizki. Ia mengaku semakin percaya diri dengan pilihannya menempuh pendidikan di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

“Setelah mengikuti motivasi dari Nyai Inayah, saya semakin percaya diri dan bangga memilih Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Menjadi calon pendidik adalah sebuah kebanggaan karena nantinya kami punya peran penting dalam mencerdaskan generasi bangsa,” ungkap Rizki.

Inayah menegaskan, mahasiswa keguruan tidak boleh memandang profesi pendidik hanya sebagai pilihan pekerjaan. Menurutnya, masa depan Indonesia turut dipertaruhkan melalui kualitas generasi yang akan mereka didik.

“Respek saya setinggi-tingginya untuk kalian. Dipertaruhkan apakah Indonesia akan menjadi negara emas di 2030 atau enggak, kalianlah yang menentukan kemenangannya,” pungkas Inayah.

 

Tinggalkan komentar