Daerah

Merawat Tradisi Leluhur, Masyarakat Torbang Gelar Rakor Sambut Tatorbangan Ritual Culture

areajatim Diterbitkan 12:08
Rakor tatorbangan Ritual Culture
Ukuran Teks:

SUMENEP, Areajatim.com – Pemerintah Desa Torbang, Kecamatan Batuan, mulai tancap gas mematangkan persiapan menjelang pergelaran Tatorbangan Ritual Culture. Pembahasan intensif tersebut digodok langsung dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar di pendopo Balai Desa Torbang bersama berbagai unsur masyarakat setempat.

Bagi warga Torbang, pergelaran ini bukan sekadar hajatan tahunan atau panggung seremonial belaka. Tradisi tersebut menyimpan nilai filosofis yang mendalam sebagai wujud syukur atas hasil bumi sekaligus simpul pengikat kebersamaan warga.

Kepala Desa Torbang, Muzanni, menegaskan pentingnya matangnya persiapan agar pesan utama dari ritual ini terpancar dengan baik.

“Rakor ini kita lakukan untuk mematangkan persiapan Tatorbangan Ritual Culture. Kita ingin seluruh rangkaian kegiatan nantinya berjalan dengan baik, karena Tatorbangan bukan hanya acara seremonial, tetapi bagian dari tradisi dan identitas masyarakat Desa Torbang,” ujar Muzanni, Rabu (2/9/2026)

Di tengah gempuran arus modernisasi, Muzanni menaruh perhatian khusus pada aspek regenerasi. Menurutnya, pelestarian budaya tak boleh berhenti pada kemeriahan fisik semata. Generasi muda dituntut tidak hanya menjadi penonton, melainkan juga menyerap nilai dan akar sejarah yang terkandung di dalamnya.

“Yang paling penting dalam kegiatan ini adalah bagaimana tradisi Tatorbangan tetap hidup dan bisa dipahami oleh generasi muda. Jangan sampai mereka hanya melihat acaranya, tetapi tidak mengetahui nilai dan sejarah yang ada di dalam tradisi tersebut,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa agenda ini bukan milik pemerintah desa semata, melainkan kerja kolektif seluruh warga. Dukungan penuh dan semangat gotong royong masyarakat menjadi kunci utama dalam menyukseskan pergelaran budaya tersebut.

Melalui Tatorbangan Ritual Culture, masyarakat Torbang berupaya merawat ingatan kolektif tentang asal-usul dan ikatan antargenerasi, memastikan tradisi ini terus bernapas sebagai warisan yang hidup, bukan sekadar peninggalan masa lalu.

Tinggalkan komentar