Daerah

Festival Sapi Sonok Sumenep Digelar, 30 Pasang Sapi Adu Keindahan di Stadion A. Yani

areajatim Diterbitkan 12:59
Ukuran Teks:

SUMENEP, Areajatim.com – Festival Sapi Sonok kembali digelar di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Tradisi khas Madura tersebut menjadi salah satu warisan budaya yang terus dipertahankan sekaligus diperkenalkan kepada generasi muda.

Festival yang berlangsung di Stadion A. Yani, Pangligur, Kecamatan Kota Sumenep, itu diikuti sekitar 30 pasang kontestan Sapi Sonok dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Calendar of Event Kabupaten Sumenep. Antusiasme masyarakat terlihat dari ratusan pendukung yang memadati lokasi untuk memberikan semangat kepada masing-masing pasangan sapi yang tampil dalam festival.

Suasana semakin meriah dengan hadirnya hiburan karawitan dari Putri Family Sumenep, yang turut menampilkan sinden ternama Susmiati bersama jajaran sinden lainnya.

Berbeda dengan karapan sapi yang menjadikan kecepatan sebagai penilaian utama, Sapi Sonok lebih menonjolkan unsur keindahan dan keserasian. Pasangan sapi dinilai dari cara berjalan, penampilan, aksesori yang dikenakan, hingga kekompakan saat melewati lintasan menuju garis finis.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruq Hanafi, S.Sos., M.Si., mengatakan festival tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjaga agar tradisi dan adat istiadat Madura tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Melalui festival ini, warisan tradisi dan adat istiadat Madura tetap hidup dan dilestarikan untuk generasi mendatang,” ujar Faruq.

Menurutnya, keberadaan Festival Sapi Sonok tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga berpotensi memberikan dampak terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat semakin menarik perhatian wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Pariwisata yang dihasilkan akan memberikan pendapatan bagi masyarakat setempat dan mendukung kegiatan ekonomi lokal,” Tambahnya.

Festival Sapi Sonok pun menjadi gambaran bagaimana tradisi lokal Madura tetap dapat dirawat sekaligus dikembangkan menjadi daya tarik wisata daerah, tanpa meninggalkan nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

 

Tinggalkan komentar