Daerah

Polemik Ijazah di UNIBA Madura, Rektor Tegaskan Tidak Ada Penahanan: Alumni Diminta Segera Mengambil

areajatim Diterbitkan 16:32
Dokumentasi Arsip ijazah Mahasiswa UNIBA
Ukuran Teks:

SUMENEP, Areajatim.com – Polemik mengenai isu penahanan ijazah mahasiswa di Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura mendapat penjelasan dari pihak kampus.

Rektor UNIBA Madura Prof. Dr. Ir. H. Rachmad Hidayat, M.T., IPU., ASEAN.Eng. menegaskan bahwa tidak ada penahanan ijazah terhadap alumni. Sebaliknya, pihak kampus justru berharap para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan dan mengikuti wisuda segera mengambil ijazah mereka.

Berdasarkan keterangan pihak kampus, ijazah alumni dari periode wisuda 2022 hingga 2025 masih terdapat yang belum diambil. Kondisi tersebut mencakup alumni dari keseluruhan lima program studi yang ada di UNIBA Madura.

Pihak rektorat berharap persoalan tersebut tidak dipahami sebagai bentuk penahanan ijazah oleh kampus. Alumni yang ijazahnya masih berada di kampus justru diharapkan segera datang untuk melakukan pengambilan sesuai prosedur yang berlaku.

“Tidak ada penahanan sama sekali dari UNIBA,” tegas Prof. Rachmad, Senin (24/8/2026)

Pihak kampus juga menyampaikan bahwa ijazah yang belum diambil tersebut masih tersedia dan dapat segera diambil oleh mahasiswa atau alumni yang bersangkutan.

Dengan demikian, polemik mengenai dugaan penahanan ijazah di UNIBA Madura diharapkan dapat dilihat secara utuh, termasuk dengan memperhatikan data mengenai ijazah yang belum diambil sejak periode wisuda 2022 hingga 2025.

Kampus pun mengimbau para alumni untuk segera melakukan pengambilan ijazah agar dokumen akademik tersebut dapat digunakan sebagaimana mestinya untuk kebutuhan pekerjaan, pendidikan lanjutan maupun keperluan administratif lainnya.

Pihak UNIBA Madura menegaskan, tidak adanya pengambilan ijazah oleh sebagian alumni tidak berarti ijazah tersebut ditahan oleh pihak kampus.

“Kita justru berharap agar alumni yang sudah menyelesaikan tanggungan segera mengambil, karena yang sebenarnya andai kita hitung-hitungan untuk biyaya arsip saja itu pihak kampus sendiri yang nanggung mas setiap bulan, Lantas kenapa ini justru digoreng seakan kampus yang menahan” Tutupnya

 

Tinggalkan komentar