PAMEKASAN, Areajatim.com – Perkembangan teknologi digital kini ikut mengubah cara masyarakat menjalankan dan mengembangkan usaha. Promosi yang sebelumnya mengandalkan cara-cara konvensional, kini dapat dilakukan lebih luas melalui media sosial dan berbagai platform digital.
Melihat kondisi tersebut, Posko 06 Desa Bulangan Haji UIN Madura 2026 menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pentingnya Digital Marketing untuk Keberlanjutan Usaha”, pada 20 Agustus 2026. Kegiatan ini menyasar masyarakat dan pelaku usaha agar lebih memahami strategi pemasaran di tengah perubahan perilaku konsumen.
Dalam kegiatan tersebut, Andrei Rahmatullah hadir sebagai narasumber. Ia menjelaskan bahwa digital marketing dapat menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan produk sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.
Peserta tidak hanya dikenalkan pada pemanfaatan media sosial. Mereka juga diajak memahami pentingnya membangun kepercayaan konsumen, menyajikan informasi produk secara menarik, menentukan sasaran pemasaran, serta menjaga konsistensi dalam memanfaatkan media digital.
Bagi pelaku usaha yang selama ini mengandalkan pemasaran secara konvensional, digitalisasi dinilai dapat membuka peluang baru. Produk yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar berpotensi menjangkau konsumen dari luar wilayah.
Koordinator Desa Posko 06, Moh Akmal Firdaus, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat melihat teknologi sebagai peluang, bukan sesuatu yang sulit digunakan.
“Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya bagi bapak dan ibu yang memiliki usaha. Perkembangan teknologi jangan sampai dianggap sebagai sesuatu yang sulit atau jauh dari kehidupan sehari-hari. Justru teknologi bisa kita manfaatkan untuk membantu mengenalkan produk, memperluas pelanggan, dan meningkatkan perkembangan usaha masyarakat.”
Menurut Akmal, setiap usaha yang dimiliki masyarakat memiliki peluang untuk berkembang selama dikelola dengan baik dan mampu mengikuti perubahan kebutuhan konsumen.
Sementara itu, Ketua Panitia Dana Amila menyebut FGD tersebut menjadi ruang belajar bersama bagi masyarakat untuk mengenal pemasaran digital secara lebih praktis.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan satu hari, tetapi ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam usaha masing-masing. Tidak harus langsung melakukan hal yang besar, yang terpenting masyarakat mulai berani mencoba memanfaatkan media digital untuk mengenalkan produk dan mengembangkan usahanya.”
Ia menilai pengalaman masyarakat dalam menjalankan usaha dapat dipadukan dengan pengetahuan baru mengenai pemasaran digital sehingga memberikan nilai tambah bagi usaha yang telah berjalan.
Dosen Pendamping Lapangan (DPL) juga memberikan arahan dan motivasi kepada peserta. Menurutnya, perkembangan teknologi seharusnya menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian.
“Masyarakat memiliki banyak potensi, baik dari sisi produk, keterampilan maupun usaha yang sudah berjalan. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikenal lebih luas. Digital marketing dapat menjadi salah satu jembatan untuk memperkenalkan potensi tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.”
Diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta menyampaikan pengalaman dan persoalan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha, mulai dari mengenalkan produk, menarik pelanggan, membuat promosi hingga menjaga kepercayaan konsumen.
Dalam FGD tersebut, masyarakat juga diajak memahami bahwa pemasaran digital tidak selalu membutuhkan strategi yang rumit. Langkah sederhana seperti membuat foto produk yang menarik, memberikan informasi yang jelas, memanfaatkan media sosial, menjaga komunikasi dengan pelanggan dan memberikan pelayanan yang baik dapat menjadi awal untuk masuk ke pasar digital.
Melalui kegiatan ini, Posko 06 Desa Bulangan Haji UIN Madura 2026 berharap masyarakat semakin percaya diri memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha.
Semangat Go Digital, Grow Sustainable pun menjadi pesan utama kegiatan tersebut. Digitalisasi diharapkan tidak hanya membantu memperluas pemasaran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya masyarakat menjaga keberlanjutan usaha di tengah perubahan zaman.