Pendidikan

Bukan Sekadar Gelar! UNIBA Madura Wajibkan Calon Wisudawan Lulus Tes Ngaji Sebelum Yudisium

areajatim Diterbitkan 15:54
Ukuran Teks:

SUMENEP, Areajatim.com – Gelar akademik bukan menjadi satu-satunya bekal yang ingin diberikan Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura kepada para lulusannya.

Sebelum resmi mengikuti proses yudisium, mahasiswa calon wisudawan diwajibkan menjalani Tes Ngaji sebagai bagian dari persyaratan kelulusan.

Kebijakan tersebut menjadi langkah UNIBA Madura dalam memastikan lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga mempunyai kemampuan dasar membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa diuji pada sejumlah aspek, mulai dari kelancaran membaca Al-Qur’an, penerapan ilmu tajwid hingga ketepatan makharijul huruf.

Dosen UNIBA Madura, KH. Edi Awan, M.Pd.I., menegaskan bahwa Tes Ngaji tidak dimaksudkan untuk mempersulit mahasiswa. Justru, ketentuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar kampus dalam membentuk lulusan yang memiliki keseimbangan antara kecakapan akademik dan karakter keagamaan.

“Sebelum diyudisium, mahasiswa calon wisudawan harus mengikuti Tes Ngaji. Ini bukan untuk mempersulit, melainkan bagian dari ikhtiar kita untuk memastikan lulusan memiliki kemampuan dasar membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar,” ujar KH. Edi Awan, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, pendidikan tinggi tidak semata-mata berkaitan dengan pencapaian nilai akademik maupun gelar yang diperoleh mahasiswa.

Perguruan tinggi, kata dia, juga mempunyai tanggung jawab untuk membentuk pribadi yang memiliki karakter, akhlak, serta fondasi moral dan keagamaan.

“Mahasiswa sudah mendapatkan berbagai ilmu selama menempuh pendidikan. Ketika mereka menyelesaikan studi, kita berharap bukan hanya gelar yang dibawa, melainkan juga karakter, akhlak, dan bekal keagamaan yang baik,” tambahnya.

Bukan Baru Diuji Saat Mau Wisuda

Penerapan Tes Ngaji tersebut juga diharapkan tidak membuat mahasiswa baru menyadari pentingnya kemampuan membaca Al-Qur’an ketika hendak menyelesaikan kuliah.

UNIBA Madura mendorong mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sejak awal masa perkuliahan.

Bagi mahasiswa yang masih belum lancar, kampus menyediakan pembinaan dan pendampingan. Dengan demikian, mahasiswa memiliki kesempatan untuk memperbaiki kemampuan sebelum memasuki tahapan akhir pendidikan.

Kebijakan tersebut sekaligus menempatkan proses yudisium bukan sekadar seremoni administratif untuk mengesahkan kelulusan mahasiswa.

Lebih jauh, yudisium menjadi salah satu tahapan untuk memastikan lulusan UNIBA Madura memiliki bekal yang lebih utuh sebelum terjun ke dunia profesional maupun kehidupan bermasyarakat.

Akademik Jalan, Akhlak Tetap Jadi Pegangan

UNIBA Madura ingin lulusan yang dihasilkan tidak berhenti pada kemampuan intelektual dan profesional.

Kompetensi tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan integritas, karakter, akhlak, serta nilai-nilai keagamaan.

Dengan konsep tersebut, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari gelar yang berhasil diraih mahasiswa, tetapi juga dari bekal pengetahuan, karakter dan nilai yang mereka bawa setelah meninggalkan bangku perkuliahan.

Tes Ngaji pun menjadi salah satu bagian dari ikhtiar UNIBA Madura untuk menghadirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara karakter dan memiliki fondasi keagamaan.

 

Tinggalkan komentar