SUMENEP, Areajatim.com – Prestasi akademik kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura. Dua mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris (BKI), Ahmad Saedi dan Nakita Cantika Dewi, berhasil lolos untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam The 9th INELTAL Conference 2026 yang digelar di Universitas Negeri Malang (UM).
Menariknya, penelitian yang berhasil menembus forum ilmiah tersebut tidak lahir dari proyek besar sejak awal. Riset berjudul ‘Note-Taking: The Paper Protection Method as a Dynamic Scaffolding Tool in EFL Speaking Development’ itu justru bermula dari tugas mata kuliah Writing in English.
Dari tugas di ruang kelas, penelitian tersebut kemudian dikembangkan melalui proses akademik hingga memenuhi standar untuk dipresentasikan dalam konferensi berskala internasional.
Dekan Fakultas Bahasa Asing (FBA) UNIBA Madura, Lailiy Kurnia Ilahi, mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran di kampus dapat diarahkan menjadi pengalaman penelitian yang utuh bagi mahasiswa.
“Mahasiswa tidak hanya belajar menulis artikel, tetapi juga menjalani seluruh proses ilmiah—mulai dari menemukan masalah, mengumpulkan dan menganalisis data, hingga mengomunikasikannya ke masyarakat akademik,” ujar Lailiy Kurnia Ilahi, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, FBA UNIBA Madura terus mendorong agar tugas-tugas perkuliahan tidak berhenti sebagai kewajiban akademik semata. Melalui pendampingan secara intensif, karya mahasiswa diarahkan agar memiliki nilai lebih dan berpeluang dikembangkan menuju publikasi pada jurnal nasional terakreditasi Sinta 2.
Keberhasilan Ahmad Saedi dan Nakita Cantika Dewi di forum ilmiah internasional tersebut pun menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya untuk tidak ragu membawa hasil penelitian mereka ke ruang publik akademik.
Bagi Ahmad Saedi, capaian tersebut menjadi bukti bahwa karya yang lahir dari aktivitas perkuliahan dapat memiliki jangkauan yang jauh lebih luas apabila dikembangkan secara serius.
“Capaian ini membuktikan bahwa tugas dari ruang kelas dapat berkembang menjadi karya akademik yang diakui secara internasional,” kata Ahmad Saedi.