SUMENEP, Areajatim.com – PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali menorehkan capaian dalam penguatan literasi dan inklusi keuangan. Bank milik daerah tersebut menerima KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Penghargaan itu diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026, melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.
KEJAR Award merupakan bentuk apresiasi OJK kepada industri perbankan, satuan pendidikan, maupun pemerintah daerah yang dinilai aktif mendorong pelaksanaan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).
Program tersebut tidak hanya berfokus pada pembukaan rekening bagi pelajar. Edukasi, sosialisasi, publikasi, serta berbagai kegiatan peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan juga menjadi bagian dari upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini.
Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda), Hairil Fajar, menyambut penghargaan tersebut dengan rasa syukur. Menurutnya, penghargaan dari OJK tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi BPRS Bhakti Sumekar untuk terus memperkuat perannya dalam edukasi keuangan bagi generasi muda.
“Penghargaan KEJAR Award 2026 ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berkomitmen dalam mendukung program literasi dan inklusi keuangan, khususnya bagi kalangan pelajar di Kabupaten Sumenep,” ujar Hairil Fajar, Kamis (10/9/2026).
Ia menilai, Program Satu Rekening Satu Pelajar memiliki arti penting dalam membangun kebiasaan menabung sekaligus mengenalkan pengelolaan keuangan kepada generasi muda sejak dini.
“Kami berharap melalui program KEJAR, para pelajar dapat mulai mengenal dan membiasakan diri mengelola keuangan sejak dini. Ke depan, BPRS Bhakti Sumekar akan terus berupaya memberikan kontribusi nyata dalam membangun generasi yang cerdas dan mandiri secara finansial,” katanya.
Hairil menambahkan, capaian tersebut tidak berdiri sendiri. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan program KEJAR juga tidak lepas dari sinergi antara perbankan, satuan pendidikan, pemerintah daerah, serta berbagai pihak yang selama ini ikut mendukung agenda literasi dan inklusi keuangan.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dan memberikan kontribusi nyata. Penghargaan ini menjadi semangat bagi kami untuk terus memperluas edukasi keuangan dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat,” pungkasnya.