Nasional

Mahsun Sowan ke Ketua Umum PAN, Sinyal Siap Bertarung Menuju DPRD Jatim Dapil Lamongan-Gresik

areajatim Diterbitkan 10:05
Ukuran Teks:

JAKARTA, Areajatim.com – Politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Mahsun, melakukan silaturahmi atau sowan kepada Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), di Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi salah satu sinyal keseriusan Mahsun untuk mempersiapkan diri maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Jawa Timur melalui PAN pada Pemilu 2029.

Konsolidasi tersebut berlangsung di tengah upaya PAN memperkuat mesin politik dan jaringan kader di Jawa Timur. Partai berlambang matahari itu juga menargetkan peningkatan posisi politik pada Pemilu 2029, termasuk dengan memperkuat basis dukungan hingga tingkat akar rumput.

Dalam pertemuan tersebut, Mahsun memohon doa restu sekaligus arahan dari Zulkifli Hasan untuk mengemban amanah politik di tingkat Provinsi Jawa Timur. Mahsun juga menyampaikan komitmennya untuk memperkuat perjuangan PAN di tengah masyarakat serta menghadirkan kontribusi yang dapat dirasakan secara langsung oleh warga.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebelumnya mendorong seluruh kader untuk terus bergerak membantu masyarakat sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat bawah. Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang dinilai strategis dalam menghadapi kontestasi politik nasional maupun daerah pada 2029.

Langkah Mahsun sowan kepada Zulhas pun dinilai menjadi bagian dari proses konsolidasi politik sekaligus membangun komunikasi antara kader di daerah dengan pimpinan pusat partai. Tradisi silaturahmi dan meminta arahan kepada pimpinan partai juga menjadi bagian penting sebelum kader terjun lebih jauh ke tengah masyarakat.

Pengamat sosial-politik sekaligus Ketua Korps Gerakan Nusantara, Faqih Fahrozi, menilai penguatan basis masyarakat bawah akan menjadi salah satu faktor penting bagi setiap kader yang ingin bertarung dalam kontestasi legislatif 2029.

Menurut Faqih, komunikasi politik tidak cukup hanya dibangun melalui struktur partai. Seorang calon legislatif juga perlu memiliki kedekatan dengan masyarakat, memahami persoalan di lapangan, serta mampu menjaga komunikasi secara konsisten jauh sebelum tahapan pemilu berlangsung.

“Kalau basis masyarakat bawah sudah mulai menguat, tentu itu menjadi modal politik yang penting. Tetapi modal tersebut harus dirawat dengan kerja nyata, komunikasi yang konsisten, dan kemampuan menyerap aspirasi masyarakat,” ujar Faqih Fahrozi, yang juga merupakan mantan Ketua HMI FISIP Universitas Airlangga (Unair).

Ia menilai proses menuju Pemilu 2029 masih cukup panjang. Karena itu, kader yang memiliki keinginan maju sebagai calon legislatif perlu memanfaatkan waktu tersebut untuk membangun rekam jejak, memperluas jaringan, sekaligus memastikan kehadirannya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Politik akar rumput itu bukan sekadar soal popularitas. Yang lebih penting adalah bagaimana seorang kader membangun kepercayaan. Ketika masyarakat merasa dekat dan aspirasinya diperjuangkan, di situlah basis politik mulai terbentuk,” katanya.

Dengan komunikasi politik yang terus dibangun dan dukungan internal partai, Mahsun disebut mulai mempersiapkan diri untuk turun ke masyarakat, menyerap aspirasi, serta memperkuat jaringan menjelang Pemilu Legislatif 2029.

Namun, proses pencalonan dan penetapan calon anggota DPRD tetap menjadi kewenangan partai sesuai mekanisme internal PAN dan tahapan Pemilu 2029.

 

Tinggalkan komentar