Daerah

Rekayasa Lalu Lintas Tatorbangan Culture Terkendali, Petugas Lapangan Bantah Isu Penutupan Tanpa Solusi

areajatim Diterbitkan 21:48
Personel satlantas polsek kota, dalam penertiban lalulintas acara tatorbangan ritual culture
Ukuran Teks:

SUMENEP, Areajatim.com – Pemberitaan yang menyebutkan bahwa penutupan jalan utama dalam rangka Ritual Tatorbangan Culture di Desa Torbang mengabaikan kepentingan publik dan tidak menyediakan jalur alternatif adalah keliru. Fakta di lapangan menunjukkan pengondisian lalu lintas telah dilakukan dengan matang oleh jajaran Polsek Kota Sumenep melalui skema pengalihan rute yang jelas.

Demi kelancaran mobilitas warga, arus lalu lintas telah dialihkan secara terarah melewati jalur Gelugur yang tembus langsung menuju TPA Torbang. Skema alternatif ini dijaga ketat oleh petugas, sekaligus membantah klaim bahwa masyarakat terpaksa mencari jalan pintas secara mandiri karena ketiadaan rambu atau arahan.

Untuk memastikan tidak ada penumpukan kendaraan, sejumlah personel kepolisian disiagakan di berbagai titik krusial. Salah satunya Rudi, Taufik, dan Ismail, secara bergantian mengawal jalannya kelancaran arus lalu lintas selama acara berlangsung.

“Situasi aman terkendali tanpa adanya insiden kemacetan seperti yang diisukan,” tegas Taufik saat ditemui di lokasi kegiatan.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Rudi yang bertugas di titik persimpangan pengalihan.

“Kami terus mengawal dan mengarahkan pengalihan lalu lintas lewat jalur Gelugur tembus TPA Torbang. Jalurnya sangat layak dan pengendara kami pandu dengan jelas,” papar Rudi.

Sementara itu, Ismail, yang juga tergabung dalam tim pengamanan, membeberkan bahwa manajemen rekayasa lalu lintas ini telah diperhitungkan secara komprehensif, mengingat adanya kepadatan acara di lokasi kecamatan lain.

“Kalau acara ini skemanya kita sudah jelas dan matang. Apalagi, bukan di daerah sini saja yang ada acara, berbarengan juga dengan pertunjukan musik Ul Daul di Daramista. Jadi, untuk kendaraan roda empat, dari arah barat sudah kita imbau berbelok di kawasan Pasar Lenteng, dan dari arah timur kita arahkan di pertigaan UNIBA karena sudah kita siapkan alternatif, dengan berkoordinasi sama teman-teman polsek lenteng juga. Sedangkan untuk sepeda motor masih bisa masuk, tetap kita imbau dan arahkan secara humanis, Mas,” terang Ismail secara rinci.

Fakta pengamanan yang humanis dan terstruktur ini turut dibenarkan oleh masyarakat pengguna jalan. Salah seorang pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas mengapresiasi kesigapan petugas dalam mengurai potensi kemacetan.

“Awalnya sempat mengira bakal buntu, tapi ternyata kita sudah disediakan alternatif jalan yang memadai. Tadi juga diarahkan secara baik, ramah, dan jelas oleh bapak-bapak dari Satlantas di persimpangan, jadi perjalanan kami sama sekali tidak terganggu,” ungkap pengendara tersebut.

Kesuksesan skema rekayasa lalu lintas di lapangan ini tentunya tidak lepas dari arahan, supervisi, dan pengawasan dari Kasatlantas Polresta Sumenep, Kompol. Eko Aprianto, S.I.K., M.H. Koordinasi lintas sektoral yang solid ini membuktikan komitmen aparat kepolisian dalam memastikan pelestarian budaya masyarakat dapat berjalan semarak, tanpa sedikit pun mengorbankan kenyamanan ruang publik.

 

 

Tinggalkan komentar