Daerah

Mahasiswa KKN Posko 4 Dorong UMKM Desa Pasanggar Masuk Ekosistem Digital

areajatim Diterbitkan 10:55
Mahasiswa KKN Posko 4 Desa Pasanggar berfoto bersama pelaku UMKM usai melakukan pendampingan digitalisasi usaha di Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan. Program tersebut meliputi penguatan branding, pemasangan banner, pendaftaran marketplace, dan pemetaan lokasi usaha melalui Google Maps.
Ukuran Teks:

PAMEKASAN, Areajatim.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 4 Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat untuk mulai beradaptasi dengan pemasaran digital.

Program pengembangan dan digitalisasi UMKM tersebut berlangsung pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026. Pendampingan dilakukan sebagai upaya memperkuat identitas usaha sekaligus membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi produk lokal Desa Pasanggar.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya membantu membuat dan memasang banner promosi. Mereka juga mendampingi pelaku usaha mendaftarkan unit usahanya ke platform marketplace serta memasukkan lokasi usaha ke Google Maps.

Koordinator Desa (Kordes) KKN posko 4 Desa Pasanggar Afri Zaldi Zulfi mengatakan, langkah tersebut dilakukan karena sejumlah potensi usaha lokal dinilai memiliki peluang untuk berkembang apabila didukung dengan strategi pemasaran yang lebih sesuai dengan perkembangan teknologi.

“Banyak potensi produk lokal Desa Pasanggar yang luar biasa, namun aksesibilitas dan pemasaran digitalnya masih sangat terbatas. Kami hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut agar UMKM di sini mudah ditemukan oleh konsumen luas,” ujarnya

Pendampingan dilakukan dengan mendatangi pelaku UMKM secara langsung. Mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya branding, membantu memperbarui identitas visual usaha, hingga mengenalkan pemanfaatan berbagai kanal digital untuk pemasaran.

Pendaftaran lokasi usaha ke Google Maps menjadi salah satu bagian penting dalam program tersebut. Dengan keberadaan lokasi yang lebih mudah ditemukan secara daring, pelaku usaha diharapkan dapat menjangkau calon konsumen yang sebelumnya belum mengetahui keberadaan mereka.

Di sisi lain, pemasangan banner dengan tampilan yang lebih informatif juga diarahkan untuk memperkuat identitas usaha secara langsung di lingkungan sekitar.

Program tersebut mendapat respons positif dari pelaku UMKM. Pendampingan mahasiswa dinilai memberikan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan teknologi untuk memperkenalkan produk dan usaha kepada masyarakat yang lebih luas.

Dia juga mengatakan, program tersebut diharapkan tidak berhenti sebatas kegiatan selama mahasiswa berada di lokasi KKN.

“Harapan saya selaku Kordes mewakili teman-teman, ke depannya dengan adanya program kerja pengembangan UMKM tersebut dapat meningkatkan kualitas dan pemahaman para pelaku usaha dan UMKM di Desa Pasanggar terhadap pemasaran digital dan pentingnya branding usaha terhadap usaha yang sedang digeluti saat ini,” katanya

Menurutnya, pemahaman terhadap pemasaran digital dan identitas usaha menjadi hal penting bagi pelaku UMKM untuk menghadapi perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin dekat dengan teknologi.

Ia berharap pendampingan yang diberikan mahasiswa dapat menjadi bekal bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha secara lebih mandiri, termasuk dalam memperkenalkan produk, membangun kepercayaan konsumen, serta memperluas jangkauan pasar.

Dengan adanya program tersebut, mahasiswa KKN Posko 4 berharap pemanfaatan teknologi dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir. Digitalisasi UMKM diharapkan bukan sekadar menjadi kegiatan sementara, melainkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian dan daya saing ekonomi masyarakat Desa Pasanggar.

 

Tinggalkan komentar