Nasional

Ratusan Penyintas KM Mutiara Sentosa 2 Tiba di Tanjung Perak, Pemerintah Pastikan Pendataan Korban Berjalan Ketat

Area Jatim Diterbitkan 11:38 3 menit membaca
Petugas gabungan membantu mengevakuasi salah satu penyintas KM Mutiara Sentosa 2 setibanya di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (3/8/2026) dini hari.
Ukuran Teks:

SURABAYA, Areajatim.com – Ratusan penumpang KM Mutiara Sentosa 2 yang selamat dari insiden kebakaran di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai dievakuasi ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Senin (3/8/2026) dini hari.

Kedatangan para penyintas berlangsung secara bertahap menggunakan kapal-kapal yang dikerahkan dalam operasi penyelamatan. Gelombang pertama tiba sekitar pukul 00.15 WIB dengan menggunakan Kapal Meratus Pematang Siantar yang sebelumnya melakukan proses evakuasi di lokasi kejadian.

Setibanya di pelabuhan, suasana haru menyelimuti area kedatangan. Para penumpang tampak turun dari kapal dengan raut wajah kelelahan setelah berjam-jam menghadapi situasi darurat di tengah laut. Sebagian di antaranya bahkan terlihat tanpa mengenakan alas kaki, menyisakan kisah kepanikan sekaligus perjuangan untuk bertahan hidup.

Petugas gabungan segera mengarahkan seluruh penyintas menuju area yang telah disiapkan untuk beristirahat sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan dan proses pendataan identitas.

Tim medis melakukan pemeriksaan secara menyeluruh guna memastikan kondisi para korban tetap stabil dan tidak mengalami gangguan kesehatan serius sebagai dampak dari insiden kebakaran tersebut.

Di saat bersamaan, proses verifikasi identitas juga dilakukan secara cermat, termasuk melalui Posko Ante Mortem Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Timur. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh data penumpang terdokumentasi secara akurat.

Menteri Perhubungan Dody Purwagandhi yang hadir langsung di Pelabuhan Tanjung Perak menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa kapal penumpang rute Surabaya–Makassar tersebut.

Berdasarkan laporan sementara, sedikitnya lima penumpang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa itu.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Berdasarkan laporan sementara, ada lima penumpang yang meninggal dunia. Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan berharap seluruh korban selamat segera pulih,” ujar Dody, Senin (3/8/2026).

Dody menegaskan seluruh proses pencarian, penyelamatan, hingga pendataan korban berada di bawah koordinasi Basarnas agar penanganan berlangsung terintegrasi dan sesuai prosedur.

Ia juga menjelaskan bahwa perbedaan informasi mengenai jumlah korban yang beredar di tengah masyarakat disebabkan proses evakuasi yang masih terus berlangsung. Kapal-kapal pembawa penyintas dan korban masih berdatangan dari lokasi kejadian sehingga data terus diperbarui.

“Seluruh korban akan didata satu per satu saat tiba. Kami ingin memastikan data yang disampaikan benar-benar akurat sehingga tidak menimbulkan kebingungan, terutama bagi keluarga yang masih menunggu kepastian mengenai anggota keluarganya,” tegasnya.

Hingga Senin dini hari, aktivitas di Pelabuhan Tanjung Perak masih berlangsung intensif. Petugas gabungan terus menerima kedatangan korban dari lokasi kejadian, sementara tim SAR tetap melanjutkan operasi pencarian terhadap kemungkinan masih adanya penumpang yang belum ditemukan.

Tragedi kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 menjadi pengingat pentingnya sistem keselamatan pelayaran yang andal serta koordinasi lintas instansi dalam penanganan keadaan darurat. Mulai dari proses evakuasi, pelayanan kesehatan, hingga pendataan korban, seluruh tahapan menjadi bagian penting untuk memastikan setiap penyintas memperoleh penanganan yang layak dan setiap keluarga mendapatkan kepastian mengenai anggota keluarganya.

 

Tinggalkan komentar